Senin, 09 Maret 2015

Dia Adalah Sorbonne

Dia Adalah Sorbonne Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Hati-hati,” suara lembut itu membuatku mendongak. Pemuda itu tersenyum dan mengulurkan tangan kanannya. Senyum manis dari bibirnya terukir sempurna. Aku hela nafasku dan membalas senyumnya walau terkesan janggal.

“Terima kasih tapi maaf,” balasku mencoba bangkit dan mengabaikan uluran tangannya. Bukannya bermaksud menyombongkan diri, hanya begitulah cara yang paling tepat menjaga hatiku. Aku tak mau menyentuh dan disentuh oleh orang lain yang bukan muhrimku. Bagiku, sentuhan itu hanya boleh dilakukan oleh sepasang kekasih dalam hubungan yang dihalalkan Tuhan.

“Mau melihat senja?” Tawarnya mensejajarkan tubuhnya dengan posisiku. Dia mengangguk untuk meyakinkanku. Well, tak ada alasan untuk menolaknya. Lagipula, sepertinya itu ide bagus. Menikmati senja di bukit Sorbonne.

“Nathan,” ujarnya menatapku, sesaat mata kami bersiborok pada satu garis lurus, “Kim Nathan.”

“Jung Nara. Senang mengenalmu.”

Ia mengangguk lalu merapatkan jaketnya. Tatapan kami mengarah pada lembah yang terhampar begitu indah. Lembah itu berupa sabana, sebuah padang rumput yang hijau. Di posisi jam dua, matahari mulai men
... baca selengkapnya di Dia Adalah Sorbonne Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 03 Maret 2015

Perpisahan Akhir

Perpisahan Akhir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jam beker berbunyi tepat jam 06:00 pagi .
Saatnya untuk lian bersiap-siap untuk kesekolah , di sekolah lian anak yang bersahabat , memang sih gak pinter pinter amat . Dia kelas 2 SMP di salah satu sekolah negeri di cilegon . Yudi sahabat lian yang dari kecil biasa kemana mana sama lian ,mereka sudah bersahabat sangat lama . Saat lian sedang duduk dikelas sambil menulis nulis sesuatu di bukunya entah itu apa hanya lian dan tuhan yang tau.

“lian lagi nulis apaan sih kamu coba saya liat” kata yudi tiba tiba datang lalu duduk di samping lian dengan wajah yang amat gembira ya memang seperti biasa juga begitu
“hmmp bukan apapa ko ini ngga penting, biasa aja ko yud hehe” kata lian sambil menaro bukunya ke dalam tas , tiba tiba saja wajah yudi yang tadinya ceria mendadak berubah menjadi gelisah, lian pun bingung, masa iya yudi marah hanya karna gara gara tidak di kasih liat buku itu , gak mungkin banget kan
“kamu kenapa yud ? “tanya lian, yudi hanya diam sambil menatap mata lian “Lian kamu sayang ngga sih sama saya” tanya yudi, lian pun tertawa terbahak bahak “yaelah yud, sayang bangetlah saya sama kamu, kita tuh temenan bukan kemaren , huh kalo saya ga sayang sama kamu udah saya buang jauh jauh hahaha becanda ko yudii. Ya intinya kamu temen terbaik saya yud , ga ada yg bisa gantiin kamu lah” kata lian panjang lebar. Yudi pun s
... baca selengkapnya di Perpisahan Akhir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 23 Februari 2015

Menunggangi Ironi

Menunggangi Ironi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Anda ingin lebih kreatif dan tampil impresif? Kalau cuma mau impresif, kendarai Ferrari. Kalau itu tak cukup dan malah ribet, tunggangi saja kekuatan ironi, maka Anda akan mendapat keduanya.

Kedahsyatan kekuatan ironi terletak pada negativitasnya. Kalau Anda bisa menungganginya, Anda juga akan dianggap dahsyat.

Terhadap nuansa negatif ironi sekurang-kurangnya kita dapat melakukan dua hal. Pertama, menonjolkan negativitas itu dengan mengontraskan perkaranya. Kedua, mengungkapkan ironi untuk sesuatu yang positif, atau memulasnya sehingga memiliki konsekuensi yang bernuansa positif.

Cara pertama adalah cara yang paling lazim, banyak diketahui dan banyak dipakai. Cara ini paling mudah dilakukan dengan menunjuk kontras pertentangan antara yang seharusnya dan yang senyatanya, atau pertentangan antara yang biasanya dan kekecualiannya. Ketika bicara mengenai keadilan, misalnya, akan impresif Anda kalau bisa menunjuk lembaga atau pihak yang paling diharapkan bisa menegakkan hukum dan keadilan ternyata dalam praktiknya malah menginjak-injak hukum dan keadilan itu. Drama cicak vs buaya lama jadi berita karena kekuatan negativitas ironi di dalamnya.

Cara kedua tak banyak diketahui orang, padahal lebih dahsyat. Caranya adalah dengan memanfaatkan kekuatan negatif ironi untuk sesuatu yang positif. Dengan car
... baca selengkapnya di Menunggangi Ironi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 12 Februari 2015

Tekad Nayyif

Tekad Nayyif Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Nama saya Nayyif Saputra. Orang-orang sering memanggil saya Nayyif. Saya terlahir dari keluarga yang sederhana. Setiap harinya bapak dan ibu saya menggarap rezeki dengan berjualan di pasar. Dari hasil berjualan itulah sehingga saya bisa bersekolah seperti sekarang. Untung saja biaya untuk sekolah di SMU saya belum mahal. Jadi saya bisa sekolah dengan tenang, tetapi walaupun begitu masih ada juga yang mengganjal hati saya, karena sebentar lagi saya akan lulus dari SMU dan berlanjut ke perguruan tinggi. Tapi mungkin berlanjut ke perguruan tinggi itu hanya kemungkinan kecil saja, jika orang tua tak punya biaya, maka dengan hati yang ikhlas saya akan berhenti hingga SMU saja.
“Bu, boleh gak Nayyif lanjutin sekolah Nayyif setelah SMU ini? Tapi kalau ibu nggak izinin juga gak papa kok bu’, Nayyif ngerti.” Tanya saya dengan wajah sedikit lesu.
“Hmm. Ibu’ bukannya gak izinin Yif, tapi… kondisi ekonomi kita nggak memungkinkan. Ibu’ seneng kalo kamu bisa sekolah lebih tinggi, ibu seneng sekali, tapi… ya udahlah nggak usah di pikirin dulu. Nanti kalo ibu’ sama bapak punya uang yang cukup, gak kamu minta pun ibu’ sama bapak bakal kasih. Ya
... baca selengkapnya di Tekad Nayyif Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Takdir Sukri

Takdir Sukri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Hilir mudik, mondar-mandir, semua bergerak berusaha mengejar roda putaran waktu yang bergulir dengan sangat cepat, pepatah bahwa waktu adalah uang, waktu adalah seperti pisau yang memiliki 2 mata yang tajam dan tumpul, waktu adalah senjata yang harus pintar-pintar di gunakan dsb-dsb, rupanya benar-benar mereka hayati dengan sangat baik, memang siapapun yang tidak mampu mengimbangi cepatnya putaran sang waktu akan tertinggal, tergilas, amblas lenyap di telan masa dan zaman. Tapi apakah sebenarnya hakikat dari semua ini, mengejar sang waktu, mengimbangi sang waktu, menguasai waktu, memanfaatkan waktu, dsb-dsb, untuk apa?.
“Sekian dulu pak, interview kita hari ini, untuk hasilnya bapak akan kami hubungi lagi seminggu kemudian”, kalimat itu masih terngiang di telinga Sukri, sambil duduk di tembok pembatas taman di pinggir trotoar, dia masih termenung, termangu, terpaku dsb-dsb, dia ingat dengan pasti kalimat yang barusan keluar dari mulut sang Hrd perusahaan tadi, itu adalah yang ke 10 atau mungkin malah lebih dia mendengar kalimat itu, tapi anehnya setelah seminggu menunggu, tak ada satupun dari perusahaan yang dia lamar menghubunginya lagi, tidak jelas maksud kalimat itu, apakah dia memang tidak di butuhkan, kenapa harus memberi harapan, apakah itu model baru dari pengusiran secara halus atau kode etik dari para Hrd untuk m
... baca selengkapnya di Takdir Sukri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 09 Februari 2015

Bapak

Bapak Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Angin mendesis dan menyusup melalui daun jendela cokelat yang semakin usang. Malam beranjak tua. Bulan setengah bulat perlahan naik tepat di atas pohon kelapa yang menjulang tinggi. Pohon kelapa peninggalan kakek, yang sudah berdiri kokoh lebih dari setengah abad yang lalu. Dulu, kakek yang menanamnya.

Kata bapak, sewaktu aku kecil, ketika umurku 6 tahun, bapak sering memanjat pohon itu. Menaikinya pijakan demi pijakan hanya untuk mengambilkan sebiji kelapa untukku.

Bapak dulu begitu cekatan dan sangat hati-hati ketika menyusuri setiap jengkal batang pohon kelapa yang begitu tinggi mencengkram langit. Dengan kaki telanjang, celana cokelat tua yang kusam dan banyak noda di mana-mana, kaos oblong yang terkoyak di bagian ketiak kanannya, serta sebilah golok kesayangan yang diikatkannya dengan tali tambang pada samping perut kirinya, bapak terlihat sigap dan tangguh menjejaki setiap titian yang dibuatnya tiap setengah meter di batang pohon.

Kalau bapak sudah berhasil menaklukan pijakan demi pijakan. Bapak selalu berseru, “Bapak sampai, Nak.” Begitu kata bapak dengan lantang di antara onggokan kelapa yang hijau ranum.

Bagi bapak, kebiasaannya memanjat pohon kel
... baca selengkapnya di Bapak Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jangan Menyerah

Jangan Menyerah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pada masa perang dunia kedua, Perdana Menteri Inggris yang bernama Sir Winston Churchill memberikan sebuah pidato singkat namun sarat makna yaitu “Never Give Up” atau Jangan menyerah. Pidato singkat ini mampu membangkitkan semangat juang prajurit Inggris yang kala itu sedang melawan agresi yang dilakukan oleh bangsa Jerman dan sekutunya sehingga bangsa Inggris mengalami kemenangan dan mencatat sejarah dalam dunia ini.

Pesan ini juga sangat bermanfaat bagi kita semua, apalagi di saat kita sedang menghadapi ujian persoalan dalam sekolah kehidupan ini. JANGAN MENYERAH. Sekali lagi ditekankan, JANGAN MENYERAH. Kehidupan mempunyai pasang naik dan pasang surut, ada masa kejayaan dan ada masa kita harus bercermin atau melakukan refleksi diri. Namun, apapun persoalan yang menghimpit kita, jangan menyerah. Ketika lidah terasa kelu, tak mampu berkata apa-apa dan air matapun tak sempat mengalir karena ego yang menahan perasaan kita, atau apa pun itu…

Jangan menyerah.

Semangat untuk hidup atau survival adalah modal dasar dalam mengarungi kehidupan ini. Bila ada sekumpulan kata-kata bijak yang
... baca selengkapnya di Jangan Menyerah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1