Minggu, 07 Juni 2015

Mengasah Jiwa Entrepreneur

Mengasah Jiwa Entrepreneur Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Pratama Puji

Entrepreneurship itu bukan gawan bayi (bawaan lahir), tetapi harus diciptakan olah orang itu sendiri.

Pendapat diatas disampaikan oleh Adi Ekopriono (Asisten Direktur Suara Merdeka) pada saat kunjungan company visit di Kantor Percetakan Jalan Kaligawe, Semarang. Tak rugi rasanya saya dapat mengikuti kegiatan yang diadakan AIESEC dan berkolaborasi dengan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Semarang ini. Walaupun capek dan berangkat sendiri dari Kota Pekalongan, namun ilmu dan relasi saya dapat cukup bermanfaat. Dalam kegiatan yang mengangkat isu tentang entrepreneurship ini, juga didatangkan perwakilan dari mahasiswa Taiwan dan China yang masih mengikuti program exchange di Indonesia. Mereka dengan ramah dan kocak bercerita tentang kewirausahaan di negara masing-masing.

Kembali ke pendapat di atas, boleh setuju atau tidak, namun saya secara pribadi membenarkan pendapat tersebut. Terkadang kita tidak maju karena persepsi negatif lingkungan seperti bakat pengusaha cuma milik golongan atau suku tertentu, pengusaha adalah keturunan orang tua, pengusaha harus punya modal banyak, dan masih banyak lagi. Itu adalah ”vonis diri” yang justru menghalangi kita untuk berkembang. Padahal kunci menj
... baca selengkapnya di Mengasah Jiwa Entrepreneur Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 24 Maret 2015

Kho Ping Hoo - BKS#15 - Si Bangau Merah

Kho Ping Hoo - BKS#15 - Si Bangau Merah
 Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1Si Bangau Merah

Seri : Bu Kek Siansu #15

Karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo

Hujan pertama semalam amat lebatnya, deras dan merata sam­pai puluhan li jauhnya, melegakan hati para petani. Melegakan tanah kering yang sudah berbulan-bulan merindukan air. Pagi hari ini udara amatlah cerah, seolah matahari lebih berseri daripada biasanya, seperti wajah seorang kanak-kanak tersenyum-tawa sehabis menangis. Kewajaran yang indah tak ternilai.

Seluruh permukaan bumi segar berseri seperti seorang puteri jelita baru keluar dari danau sehabis mandi bersih. Daun-daunan nampak hijau segar dan basah, demikian pula bunga-bunga, walaupun tidak tegak lagi melainkan banyak me­nunduk karena hembusan air dan angin semalam, Tanah yang disiram air selagi kehausan itu, mengeluarkan uapan bau tanah yang sedap, bau yang mengingat­kan orang pada masa kanak-kanak ketika dia bermain-main dengan lumpur yung mengasyikkan.

Burung-burung pun lebih lincah pagi itu. Suasana menakutkan mereka s
... baca selengkapnya di Kho Ping Hoo - BKS#15 - Si Bangau Merah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 09 Maret 2015

Dia Adalah Sorbonne

Dia Adalah Sorbonne Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Hati-hati,” suara lembut itu membuatku mendongak. Pemuda itu tersenyum dan mengulurkan tangan kanannya. Senyum manis dari bibirnya terukir sempurna. Aku hela nafasku dan membalas senyumnya walau terkesan janggal.

“Terima kasih tapi maaf,” balasku mencoba bangkit dan mengabaikan uluran tangannya. Bukannya bermaksud menyombongkan diri, hanya begitulah cara yang paling tepat menjaga hatiku. Aku tak mau menyentuh dan disentuh oleh orang lain yang bukan muhrimku. Bagiku, sentuhan itu hanya boleh dilakukan oleh sepasang kekasih dalam hubungan yang dihalalkan Tuhan.

“Mau melihat senja?” Tawarnya mensejajarkan tubuhnya dengan posisiku. Dia mengangguk untuk meyakinkanku. Well, tak ada alasan untuk menolaknya. Lagipula, sepertinya itu ide bagus. Menikmati senja di bukit Sorbonne.

“Nathan,” ujarnya menatapku, sesaat mata kami bersiborok pada satu garis lurus, “Kim Nathan.”

“Jung Nara. Senang mengenalmu.”

Ia mengangguk lalu merapatkan jaketnya. Tatapan kami mengarah pada lembah yang terhampar begitu indah. Lembah itu berupa sabana, sebuah padang rumput yang hijau. Di posisi jam dua, matahari mulai men
... baca selengkapnya di Dia Adalah Sorbonne Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 03 Maret 2015

Perpisahan Akhir

Perpisahan Akhir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jam beker berbunyi tepat jam 06:00 pagi .
Saatnya untuk lian bersiap-siap untuk kesekolah , di sekolah lian anak yang bersahabat , memang sih gak pinter pinter amat . Dia kelas 2 SMP di salah satu sekolah negeri di cilegon . Yudi sahabat lian yang dari kecil biasa kemana mana sama lian ,mereka sudah bersahabat sangat lama . Saat lian sedang duduk dikelas sambil menulis nulis sesuatu di bukunya entah itu apa hanya lian dan tuhan yang tau.

“lian lagi nulis apaan sih kamu coba saya liat” kata yudi tiba tiba datang lalu duduk di samping lian dengan wajah yang amat gembira ya memang seperti biasa juga begitu
“hmmp bukan apapa ko ini ngga penting, biasa aja ko yud hehe” kata lian sambil menaro bukunya ke dalam tas , tiba tiba saja wajah yudi yang tadinya ceria mendadak berubah menjadi gelisah, lian pun bingung, masa iya yudi marah hanya karna gara gara tidak di kasih liat buku itu , gak mungkin banget kan
“kamu kenapa yud ? “tanya lian, yudi hanya diam sambil menatap mata lian “Lian kamu sayang ngga sih sama saya” tanya yudi, lian pun tertawa terbahak bahak “yaelah yud, sayang bangetlah saya sama kamu, kita tuh temenan bukan kemaren , huh kalo saya ga sayang sama kamu udah saya buang jauh jauh hahaha becanda ko yudii. Ya intinya kamu temen terbaik saya yud , ga ada yg bisa gantiin kamu lah” kata lian panjang lebar. Yudi pun s
... baca selengkapnya di Perpisahan Akhir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 23 Februari 2015

Menunggangi Ironi

Menunggangi Ironi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Anda ingin lebih kreatif dan tampil impresif? Kalau cuma mau impresif, kendarai Ferrari. Kalau itu tak cukup dan malah ribet, tunggangi saja kekuatan ironi, maka Anda akan mendapat keduanya.

Kedahsyatan kekuatan ironi terletak pada negativitasnya. Kalau Anda bisa menungganginya, Anda juga akan dianggap dahsyat.

Terhadap nuansa negatif ironi sekurang-kurangnya kita dapat melakukan dua hal. Pertama, menonjolkan negativitas itu dengan mengontraskan perkaranya. Kedua, mengungkapkan ironi untuk sesuatu yang positif, atau memulasnya sehingga memiliki konsekuensi yang bernuansa positif.

Cara pertama adalah cara yang paling lazim, banyak diketahui dan banyak dipakai. Cara ini paling mudah dilakukan dengan menunjuk kontras pertentangan antara yang seharusnya dan yang senyatanya, atau pertentangan antara yang biasanya dan kekecualiannya. Ketika bicara mengenai keadilan, misalnya, akan impresif Anda kalau bisa menunjuk lembaga atau pihak yang paling diharapkan bisa menegakkan hukum dan keadilan ternyata dalam praktiknya malah menginjak-injak hukum dan keadilan itu. Drama cicak vs buaya lama jadi berita karena kekuatan negativitas ironi di dalamnya.

Cara kedua tak banyak diketahui orang, padahal lebih dahsyat. Caranya adalah dengan memanfaatkan kekuatan negatif ironi untuk sesuatu yang positif. Dengan car
... baca selengkapnya di Menunggangi Ironi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 12 Februari 2015

Tekad Nayyif

Tekad Nayyif Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Nama saya Nayyif Saputra. Orang-orang sering memanggil saya Nayyif. Saya terlahir dari keluarga yang sederhana. Setiap harinya bapak dan ibu saya menggarap rezeki dengan berjualan di pasar. Dari hasil berjualan itulah sehingga saya bisa bersekolah seperti sekarang. Untung saja biaya untuk sekolah di SMU saya belum mahal. Jadi saya bisa sekolah dengan tenang, tetapi walaupun begitu masih ada juga yang mengganjal hati saya, karena sebentar lagi saya akan lulus dari SMU dan berlanjut ke perguruan tinggi. Tapi mungkin berlanjut ke perguruan tinggi itu hanya kemungkinan kecil saja, jika orang tua tak punya biaya, maka dengan hati yang ikhlas saya akan berhenti hingga SMU saja.
“Bu, boleh gak Nayyif lanjutin sekolah Nayyif setelah SMU ini? Tapi kalau ibu nggak izinin juga gak papa kok bu’, Nayyif ngerti.” Tanya saya dengan wajah sedikit lesu.
“Hmm. Ibu’ bukannya gak izinin Yif, tapi… kondisi ekonomi kita nggak memungkinkan. Ibu’ seneng kalo kamu bisa sekolah lebih tinggi, ibu seneng sekali, tapi… ya udahlah nggak usah di pikirin dulu. Nanti kalo ibu’ sama bapak punya uang yang cukup, gak kamu minta pun ibu’ sama bapak bakal kasih. Ya
... baca selengkapnya di Tekad Nayyif Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Takdir Sukri

Takdir Sukri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Hilir mudik, mondar-mandir, semua bergerak berusaha mengejar roda putaran waktu yang bergulir dengan sangat cepat, pepatah bahwa waktu adalah uang, waktu adalah seperti pisau yang memiliki 2 mata yang tajam dan tumpul, waktu adalah senjata yang harus pintar-pintar di gunakan dsb-dsb, rupanya benar-benar mereka hayati dengan sangat baik, memang siapapun yang tidak mampu mengimbangi cepatnya putaran sang waktu akan tertinggal, tergilas, amblas lenyap di telan masa dan zaman. Tapi apakah sebenarnya hakikat dari semua ini, mengejar sang waktu, mengimbangi sang waktu, menguasai waktu, memanfaatkan waktu, dsb-dsb, untuk apa?.
“Sekian dulu pak, interview kita hari ini, untuk hasilnya bapak akan kami hubungi lagi seminggu kemudian”, kalimat itu masih terngiang di telinga Sukri, sambil duduk di tembok pembatas taman di pinggir trotoar, dia masih termenung, termangu, terpaku dsb-dsb, dia ingat dengan pasti kalimat yang barusan keluar dari mulut sang Hrd perusahaan tadi, itu adalah yang ke 10 atau mungkin malah lebih dia mendengar kalimat itu, tapi anehnya setelah seminggu menunggu, tak ada satupun dari perusahaan yang dia lamar menghubunginya lagi, tidak jelas maksud kalimat itu, apakah dia memang tidak di butuhkan, kenapa harus memberi harapan, apakah itu model baru dari pengusiran secara halus atau kode etik dari para Hrd untuk m
... baca selengkapnya di Takdir Sukri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1